@IRNewscom I KESUKSESAN sebuah karya memang tidak bisa ditebak. Hal inilah yang terjadi pada novel fiksi bergenre fantasi dan supernatural karya Tasya Agustina Thalib (23). Novel berjudul Chronicles of the Fallen: Rebellion, meski laris ditolak di dalam negeri namun ternyata laris diterima di luar negeri.
Dengan tokoh utama iblis perempuan, novel ini pertamakali terbit di Inggris pada Oktober 2011 dan diedarkan di kawasan Eropa. Sang penulis yang memiliki nama pena Aya Lancaster mengaku tak masalah dengan berbagai alasan penolakan oleh penerbit ditanah air. Mahasiswi Jurusan Teknologi Informasi di Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB), Bandung, itu mengatakan alasan penerbit Indonesia menolak novel perdananya tersebut karena belum terbiasa dengan ide atau ceritanya.
“Ditolak, mungkin karena mereka bilang ceritanya agak belum biasa kalau untuk diterbitkan di Indonesia, karena tokoh utamanya itu iblis perempuan. Iblis itu bisa saja berwajah cantik, iblis itu bisa orang yang kaya dan glamor yang dipergunjingkan banyak orang di media televisi," ujar Aya di hubungi di Denpasar, Senin (5/3).
Seorang teman lalu menganjurkan Aya untuk menawarkan novelnya ke penerbit di luar negeri. Gayung bersambut, novel pun terbit .
’’Saya coba kirim email penawaran termasuk tulisan mentah saya. waktu itu, belum saya bikin resensi bukunya. Ternyata e-mail saya langsung di-reply. Dan saya terus e-mail-e-mailan dengan orang dari penerbitan itu hingga akhirnya dicetak dan didistribusikan. Mereka sangat antusias dengan novel ini karena novel dengan genre inilah yang mulai tumbuh di Eropa dan Amerika,’’ bebernya.
Aya mengaku, saat ini novel Rebellion karyanya itu sudah beredar di Eropa, seperti Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat. Novel tersebut bercerita tentang sisi lain dari hubungan malaikat dan iblis.
’’Ceritanya cinta, persahabatan, dan pengkhianatan. Tapi kalau mau ditarik lagi, intinya Tuhan itu tidak ada yang ngalahin,’’ imbuhnya sambil menjelaskan bahwa novelnya bisa dipesan di amazon.com, ebay.com dan toko buku Barnes and Noble.
Mengenai peluncurannya di Indonesia, Aya menjanjikan novel setebal 448 halaman itu akan diterjemahkan ke bahasa Indonesia meski dia mengaku kesulitan mencari padanan kata yang sesuai nantinya.
’’Untuk sementara memang tetap pakai bahasa American-English. Memang ada orang Prancis yang ingin menerbitkan novel ini dalam bahasa Indonesia dan meminta saya untuk menerjemahkannya. Tapi sampai saat ini, saya belum sempat. Soalnya agak sulit mencari beberapa padanan kata untuk beberapa kata slank Amerika,’’ jelasnya.
Yang pasti, novel yang juga telah diresensikan Reader’s Digest ini peluncurannya di Indonesia akan dilakukan di Jakarta dan Bali dalam waktu dekat.[ris]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar