Minggu, 18 Maret 2012

Sambal Ayam Bagong Cocok Untuk Sarapan Pagi

Sarapan pagi
 

Surabaya - Belum lengkap rasanya bila datang ke Surabaya tanpa menikmati sajian sambal alias penyetan. Mencocol nasi dengan sambal pedas nyatanya masih digemari. Apalagi bila sambal dan nasi itu disajikan bareng Ayam 'Bagong' alias bakar godong. Hmmmm, yummy!

"Ayamnya itu dibakar dengan dibungkus daun," kata Chef Executive Restoran Kemangi, Umar Shaican, Jumat (16/3/2012).

Tidak berbeda jauh dengan ayam bakar lain, saat membakar daging ayam diperlukan daun pisang untuk membungkus ayam.

"Sehingga aroma wangi yang keluar tidak hanya berasal dari bumbu rempah saja, melainkan dari daunnya," terang chef Umar.

Akan lebih baik bila Anda memilih ayam muda seberat 700 – 800 gram. Kemudian, rebus ayam utuh, tanpa dipotong-potong. Hal ini agar bumbu rempah yang digunakan lebih banyak, serta memerlukan proses rebus hingga dua jam.

"Proses ukep atau saat merebusnya lama supaya bumbu rempah masuk hingga ke dalam daging," jelas Umar.

Setelah direbus, ayam utuh tersebut lantas dibungkus dengan daun pisang. Saat pembakarannya, Umar menambahkan racikan bumbu rempah serta kecap.

"Tidak perlu lama saat membakarnya, cukup 15 menit saja," terang chef sambil memperagakan memasak Ayam Bagong.

Untuk menggugah selera, Umar pun meracik sambal fresh sebagai cocolannya. Sambal matang, menurutnya, memang lebih tahan lama. Namun, untuk urusan selera, sambal fresh atau mentah ini justru lebih nikmat. Bahkan, Umar tidak menambahkan bawang merah atau bawang putih sedikitpun.

"Sambalnya fresh dari cabe dan ditambahkan sedikit terasi supaya lebih mantap," katanya.

Sambal fresh memang lebih terasa pedas ketimbang sambal matang. Ditambah dengan sajian lalapan, wow. Tak hanya kemangi serta ketimun saja, juga ada selada serta lotusnya.


(nrm/fat) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar