Jakarta TNI AU mengakui akan membentuk satu skuadron pesawat tanpa awak. Namun belum dapat dipastikan asal pesawat dari Israel. Tim pembelian pesawat dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum dibentuk.
"Kita akan membentuk satu skuadron pesawat yakni 6 pesawat terbang tanpa awak (PTTA)," ujar Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus, kepada detikcom, Kamis (2/2/2012).
Menurut Azman, pembelian pesawat dilakukan Kemhan. Oleh karena itu, hingga kini, Kemhan belum membeli pesawat tersebut.
"Apakah beli dari Israel, itu kan urusannya Kemhan. Sampai sekarang belum kita beli. Timnya juga belum dibentuk," terangnya.
Azman menambahkan, hingga kini pihaknya memang membutuhkan 6 unit pesawat tanpa awak. Saat ini, TNI AU sudah memiliki satu pesawat intai tipe CN 235 yang disiagakan di Skuadron Makassar dan satu lagi tipe Boeing 737. TNI AU juga tengah menunggu penyelesaian dua pesawat intai CN 235 dari PT DI.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik mengungkap rencana TNI membeli pesawat pengintai tanpa awak buatan Israel. Komisi I DPR belum menyetujui rencana ini.
Sementara itu, jubir Kemenhan Brigjen Hartind Asrin menyatakan, Kemenhan bersama Bais dan TNI AU masih melakukan survei terhadap produk-produk buatan Inggris, Prancis dan Israel. Soal ini, menurut Hartind, TNI-lah yang lebih tahu persis.
Beberapa tahun lalu, Bais pernah menguji coba pesawat intai tanpa awak Israel, Searcher MK II, namun hasilnya buruk. Karena itulah Kemenhan masih terus meriset pesawat yang lebih tangguh.
(nik/ndr)Sumber: Detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar