| Ilustrasi |
@IRNewscom | TIDUR memang merupakan sistem tubuh untuk mengembalikan energi serta mengistirahatkan organ-organ. Namun ternyata ada fungsi lain.
Percaya atau tidak, tidur yang cukup akan membuat Anda lebih langsing. Setidaknya itu yang ditemukan oleh para peneliti dari University of washington Medicine Sleep Center. Demikian kabar dari Medical News Today, hasil penelitian ini dimasukkan ke jurnal Sleep.
Para peneliti ini mengatakan bahwa penelitian terdahulu menunjukkan hubungan antara tidur dan berat tubuh. Penelitian kali ini berbeda karena fokus pada dampak tidur terhadap genetik, dan yang paling penting pada berat tubuh.
Pemimpin penelitian, Nathaniel Watson yang merupakan seorang ahli saraf dan timnya berusaha menentukan lamanya waktu tidur orang yang mungkin memodifikasi pengaruh genetik dan lingkungan pada indeks massa tubuh (body mass index/BMI). Mereka mengumpulkan data dari 604 kembar identik dan 484 kembar fraternal (tidak sama secara fisik) dari University of Washington Twin Registry. Sekitar 66 persen merupakan perempuan dan memiliki usia rata-rata 36,6 tahun.
Para partisipan memberikan informasi mengenai pola tidur, berat, serta tinggi badan.
Menurut penelitinya, durasi tidur digolongkan dalam beberapa kategori. Tidur pendek kurang dari 7 jam semalam. Tidur normal antara 7 hingga 8 - 9 jam semalam. Tidur panjang setidaknya 9 jam.
Rata-rata durasi tidur partisipan adalah 7,2 jam per malam.
Peneliti menemukan bahwa partisipan yang tidur lebih lama setiap malamnya tergolong lebih langsing dibanding partisipan yang tidur lebih sedikit. Partisipan dengan durasi tidur lebih singkat memiliki risiko genetik lebih tinggi terhadap BMI yang lebih besar.
Peran faktor genetik berbanding terbalik dengan durasi tidur semalam. Untuk partisipan yang tidur di atas 9 jam per malam, faktor genetik hanya berperan sekitar 34 persen pada berat badan. Faktor genetik berperan 70 persen pada berat badan partisipan yang tidur kurang dari 7 jam. Sedangkan partisipan yang tidur antara 7-9 jam per malam memiliki faktor genetik yang berperan 60 persen dari berat badan.
Tentu selain faktor genetik, faktor lingkungan juga mempengaruhi BMI. Tidur yang cukup hanya mengurangi peran genetik pada berat badan sehingga menjadi lebih langsing.
"Durasi tidur yang lebih pendek berhubungan dengan meningkatnya BMI serta peran genetik dalam mempengaruhi BMI, yang menunjukkan bahwa durasi tidur yang lebih pendek meningkatkan risiko genetik untuk berat badan yang tinggi. Pada saat bersamaan, durasi tidur lebih lama bisa menekan pengaruh genetik pada berat tubuh. Penelitian berikutnya yang bertujuan untuk mengidentifikasi genotipe khusus untuk BMI dapat mengambil manfaat dengan mempertimbangkan peran dari durasi tidur." [edw/0]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar