acara 'Aku bersih, Aku sehat, Aku hebat', ka: dr. Sentika, SpA, MARS |
@IRNewscom: Selvya
|
@IRNewscom | Jakarta: ORANGTUA manapun pasti mendambakan buah hatinya tumbuh menjadi anak kuat dan cerdas. Sebutan yang sesuai adalah 'Anak Emas'. Sebenarnya, simpel loh menjadikan putra-putri Anda 'Anak Emas'. Ayo, ikuti tip dari dr. Tubagas Rachmat Sentika, Sp.A, Mars!
Tim Ahli Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp.A, MARS mengatakan, kecerdasan otak anak dapat terbentuk dari asupan gizi dan pangan yang diterima anak. Namun, jika asupan gizi dan pangan yang diterima anak itu terkontaminasi oleh zat yang ditambahkan untuk penyedap dan pengawet (zat adiktif), maka perkembangan otak anak dapat terganggu.
"Anak lahir itu memiliki kecerdasan otak mencapai 42 persen. Lalu enam tahun kemudian, kecerdasan otak anak menjadi 98 persen. Namun, setelah itu, kecerdasan otak itu tidak bertambah," jelas dr. Sentika saat ditemui dalam acara 'Aku bersih, Aku sehat, Aku hebat' di Wisma Serba Guna, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (3/5).
Dokter Sentika menambahkan, kecerdasan, kepintaran anak itu terbentuk pada usia 0-6 tahun. Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini melalui program anak emas harus didukung bersama.
Selain itu, ungkap dokter yang berpraktik di RS Premier Bintaro, terdapat enam macam pangan sebagai sumber gizi, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan air. [shy2]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar