Rabu, 04 Juli 2012

Helman, Penyapu Stasiun UI yang Selamatkan Nyawa Orang dari Sambaran KA

Helman alias Maman (salmah/detikcom)
Jakarta Mungkin untuk sebagian orang profesi penyapu stasiun masih dipandang sebelah mata. Tetapi berkat jasa mereka, kita bisa menikmati fasilitas umum yang bersih. Bahkan nyawa orang pun kadang terselamatkan olehnya.

Hal ini dialami oleh Helman (58) atau yang biasa dipanggil Maman. Bergaji Rp 500 ribu sebulan, ia harus bekerja siang malam membersihkan sampah yang berserakan di sekitar stasiun Universitas Indonesia (UI).

"Tugasnya dari pagi jam 06.00 WIB sampai jam 21.00 WIB," kata Maman kepada detikcom di Stasiun UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (28/06/2012).

Awalnya dia bertugas di Stasiun Citayam dua tahun lalu dan setahun kemudian dipindah ke Stasiun UI. Menurutnya setiap pagi ada kunjungan dari pihak PT KAI untuk mengecek kebersihan stasiun, sehingga Maman harus selalu siap siaga membersihkan sampah yang ada.

"Kalau dilihat Stasiun UI bersih, mereka hanya lewat saja. Tapi kalau kotor dia berhenti untuk menegur," terang pria yang mengenakan topi dan kaos biru bertuliskan petugas kebersihan ini.

Meski hanya dibayar sebesar Rp 500 ribu per bulan, Maman tidak hanya mengurusi kebersihan, tetapi juga peduli pada keselamatan penumpang kereta di stasiun itu. Seperti yang dia lakukan saat menyelamatkan mahasiswi yang hampir tertabrak kereta.

"Waktu itu Pak Maman sedang menyapu. Kereta sudah dekat, dia pakai headset jadi nggak dengar ada kereta lewat. Lalu saya tarik tangannya. Kalau enggak saya tarik tangannya, mahasiswi itu hampir kecelakaan. Mahasiswi itu gemetaran dan mukanya pucat pasi," kisah lelaki yang cuma tamat SD ini.

Menjadi petugas kebersihan stasiun menyimpan suka-duka yang banyak. Terkadang baru selesai membersikan jalur peron dari sampah yang berserakan, tiba-tiba ada penumpang yang membuang sampah sembarangan. Padahal stasiun sudah menyediakan tempat sampah.

Meskipun begitu Maman tetap bangga dengan pekerjaannya karena berkat jasanya, Stasiun UI akan selalu bersih dari sampah. "Saya seneng sekali dengan pekerjaan ini, tidak mengeluh," tutur Maman sambil membenarkan letak topinya.

Saat ini Maman tinggal di rumah petak di daerah Pabuaran, Citayam bersama dengan istrinya Masrofah dan 1 orang anaknya. Sebelum menjadi pekerja kebersihan di stasiun UI, dia bekerja serabutan.

"Anak saya 4, yang menikah sudah nikah 3, sudah kerja di bangunan, cleaning service juga," kata Maman dengan suara datar.


(asp/nwk) Sumber detik.com

Kamis, 28 Juni 2012

'Mata' Bercahaya Merah di Langit Bandung Fenomena Awan Langka

Bandung - Beragam penjelasan objek 'mata' bercahaya merah muda di langit Bandung yang terjepret kamera mulai bermunculan. Peneliti Matahari Observatorium Bosscha Dr Dhani Herdiwijaya mengatakan objek foto mirip mata bercahaya merah muda yang terlihat di langit Bandung merupakan fenomena awan yang jarang terjadi di Indonesia.

Fenomena itu dipastikan bukan akibat badai matahari atau aktivitas matahari, apalagi unidentified flying object (UFO).

"Ya ini fenomena awan yang jarang. Bukan akibat badai matahari atau aktivitas matahari, juga bukan UFO. Kemungkinan terjadi di ketinggian 20 km atau di lapisan tropopause (daerah antara lapisan troposfer dan stratosfer). Di daerah ini suhu bisa turun drastis sampai -60 derajat celcius," terangnya pada wartawan melalui surel, Kamis (28/6/2012).

Menurutnya gambar mirip mata berwarna merah muda itu terletak lebih tinggi dari awan sekitar. "Sering disebut nacreous cloud atau mother of pearl cloud. Suhu serendah itu akan terbentuk kristal es, yang membiaskan cahaya matahari sehingga tampak warna-warni pelangi," tambahnya.

Ia menerangkan, biasanya awan ini tampak di pagi atau sore, juga di daerah lintang tinggi. Oleh karena itu jika terjadi di Indonesia, suatu hal yang langka.

"Bentuk yang mirip mata kemungkinan akibat topologi pegunungan sekitar Bandung, sehingga menyebabkan turbulensi atau konveksi yang terfokus. Mestinya kejadiannya tidak lama," pungkasnya.

Sebelumnya Pakar Telematika Roy Suryo menyatakan foto itu bukan rekayasa. Menurutnya ada massa sejenis uap air yang kotor -sehingga terkesan berwarna- ketika ditangkap Kamera. Warna merah muda yang muncul karena resolusi dan low contrast kualitas Lensa dari kamera ponsel tersebut yang tidak dimungkinkan menampilkan obyek sesuai aslinya.

Rabu (27/6/2012) sekitar pukul 14.30 WIB, Nisrina Azahra (8) naik ke lantai dua atau tempat jemur pakaian kediamannya, Kompleks Taman Cibaduyut Indah, Blok G No.286, Kota Bandung. Bocah perempuan itu iseng mengarahkan kamera telepon genggam Nokia tipe C5 ke langit bercuaca cerah dan berawan.

Dua kali Zahra memotret pakai kamera handphone. Pertama itu hasil fotonya biasa. Nah, hasil kedua ada gambar mirip bola mata bercahaya merah muda. Bentuknya elips. Di tengah-tengah ada bulatan putih.

(ern/ern)

Jumat, 22 Juni 2012

Ingin Selamatkan Burung, Pria Tua Tewas dalam Kebakaran

ilustrasi
Perth, Duh! Seorang pria lanjut usia tewas di Perth, Australia ketika mencoba menyelamatkan burung-burung perliharaannya dari kebakaran di rumahnya. Di mata tetangganya, pria berkursi roda berumur 66 tahun itu dikenal sebagai pria yang baik.

Kepolisian setempat seperti dilansirNews.com.au, Senin (18/6/2012) menyatakan, api mulai berkobar pada Senin, 17 Juni dini hari waktu setempat di sebuah rumah di Nollamara, pinggiran Perth utara. Awalnya dua pria yang berada dalam rumah tersebut berhasil keluar menyelamatkan diri.

Namun satu dari kedua pria itu kemudian nekat kembali ke rumah. Dia ingin mencoba menyelamatkan tiga burung peliharaannya yang terperangkap dalam rumah yang dijilat kobaran api. Api dan asap hitam pekat telah menyelimuti rumah tersebut. Pria tua yang tidak disebutkan namanya itu kemudian tewas akibat menghirup asap terlalu banyak.

Autopsi akan dilakukan untuk memastikan identitas pria tersebut. Seorang tetangga mengungkapkan, pria itu orang baik dan burung-burungnya merupakan kebanggaan dan kegembiraannya.

"Dia biasa duduk di depan burung-burung sepanjang waktu. Lucky dan Lucy begitulah dia biasa memanggil burung-burung itu," kata seorang tetangga, Ross Bradley.

Belum diketahui penyebab kebakaran ini. Namun para detektif skuad pemadam kebakaran tengah menyelidiki ini. Dalam penyelidikan tahap awal, diyakini bahwa kebakaran terjadi bukan karena kesengajaan.

Akibat kebakaran ini, rumah tersebut mengalami kerusakan parah.


(ita/nrl) Sumber detik.com

Alamaak! 5 Ribu Bebek Melintasi Jalan, Kemacetan Pun Terjadi

foto: AAP/detik.com

Beijing, Wuiih... wuiiih! Seorang peternak bebek di China menimbulkan kemacetan lalu lintas gara-gara membawa ribuan teman-teman berbulunya berjalan-jalan. Hah?! Ya, pria itu mengajak sekitar 5 ribu ekor bebek peliharaannya turun ke jalan.

Kawanan bebek itu melintasi jalan raya untuk menuju kolam setempat di Taizhou, China. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Selasa (19/6/2012).

Tak ayal, kendaraan-kendaraan yang melintasi jalan tersebut terpaksa berhenti karena parade bebek ini. Orang-orang pun berdatangan untuk menyaksikan pemandangan menarik itu.

Dengan hanya bermodalkan tongkat rotan panjang, pria China ini berserta seorang rekannya mengawal bebek-bebek tersebut melintasi jalan raya sejauh satu kilometer. Binatang-binatang tersebut akan dibawa ke kolam setempat untuk perayaan tahunan di Provinsi Zhejiang.

Akhirnya ribuan bebek itu pun berhasil tiba di tempat tujuan. Menurut sang peternak, tak satu pun bebeknya yang hilang atau tersesat selama perjalanan menghebohkan menuju kolam tersebut. 

Taizhou berlokasi sekitar 300 kilometer sebelah selatan Shanghai dan memiliki populasi hampir enam juta jiwa. 







(ita/nrl) Sumber detik.com