| Ilustrasi |
Semarang- Hari ini berbagai elemen masyarakat di Jawa Tengah "mengepung" kantor Gubenur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang. Mereka seluruhnya memiliki satu tujuan, menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak.
Gelombang demokrasi berbagai elemen tersebut diantaranya adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aliansi Gerbang sebagai perwakilan dari buruh di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya, serta mahasiswa, yang berasal dari Unissula dan PMII Walisongo Semarang.
Aksi tersebut dijaga ketat oleh ratusan personel kepolisian yang sudah bersiap sejak pagi untuk menjaga pelaksanaan demonstrasi tersebut. Pasukan anti huru-hara dan mobil water cannon juga disiapkan khusus untuk mengatasi demo tersebut.
Sekretaris Pengurus PDIP Kota Semarang, Supriyadi, dalam aksi demo tersebut mengatakan, kenaikan harga BBM akan berdampak siginifikan terhadap rakyat kecil. "Kenaikan ini akan berdampak terhadap menurunnya daya beli masyarakat, hingga meningkatnya inflasi," kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang tersebut.
Semua elemen tersebut mengatakan hal yang senada, mereka kecewa dengan pernyataan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, yang menyatakan, kenaikan harga BBM hanya seharga dua batang rokok saja. Untuk menunjukkan kekecewaanya itu, demonstran dari elemen buruh "memberi hadiah" putung rokok sebanyak satu gelas pada DPRD Kota Semarang.(Won)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar