@IRNewscom | Putri Keraton. Paras cantik, cerdas, dan 'membumi.' Bukti nyata dari keanggunan putri keraton bisa Anda temukan di Museum Ullèn Sentalu. Tepatnya, berada dalam rimbunan hutan alami Taman Kaswargan (Taman Surga) di selatan Gunung Merapi.
Selama berada di areal museum, Anda akan merasakan kesejukan alam. Sebab, bangunan benar-benar tidak merusak keberadaan hutan. Jangan heran bila menjumpai pepohonan yang melesak dalam bangunan.
Ullèn Sentalu singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataning Lumaku yang artinya pelita kehidupan sejati bagi jalan hidup manusia. Uniknya, museum ini menampilkan keanggunan putri keraton dari empat keraton, yaitu Yogyakarta, Solo, Pakualaman dan Mangkunegaran yang hadir dalam bentuk lukisan, foto-foto, patung, koleksi batik keluarga dalam tujuh ruang display.
Pertama kali memasuki museum, Anda akan menemukan lorong panjang berbatu gunung yang disebut Guwo Selo Giri. Di lorong inilah Anda akan menyaksikan sejumlah lukisan putri keraton pada awal abad 20. Di antara koleksi-koleksi lukisan itu terdapat lukisan tiga dimensi, di mana bila Anda lihat dari manapun, lukisan ini - GKR Kencono (Permaisuri Hamengkubowono VII) dan GKR Hemas (Permaisuri Hamengkubowono X) - seakan-seakan menghadap ke arah Anda.
Lalu, ada pula putri keraton yang menonjol, yaitu Partini Djayadiningrat, Puteri Mangkunegaran VII - pengarang cerita Ande-ande Lumut, terbitan Balai Pustaka. Atau putri keraton yang terkenal modis, Putri Retno Puoso (Permaisuri Pakualam VII) tengah mengenakan kipas yang menyatu dengan busana.
Selanjutnya, Anda akan dipandu memasuki Kampung Kambang - areal yang berada di atas air - yang terdiri atas lima ruangan. Anda bisa melihat kepiawaian para putri keraton dalam merangkai syair lewat 29 surat GRAj Koes Sapariyam - putri Sunan Pakubuwono XI - yang akrab disapa Tineke di Ruang Tineke.
Ruang berikutnya adalah Ruang Paes Ageng Yogyakarta, berisi batik dan motif yang digunakan dalam perhelatan pernikahan. Seperti, motif Sido Asih, Sido Mukti, Sido Drajat. Sido, artinya pasangan hidup bahagia.
Anda juga bisa tahu lebih dalam soal batik lewat ruang batik Jogja-Solo. Salah satu motif legendaris adalah motif bintang. Konon, hampir tiap malam sang Raja menghabiskan waktunya bersama para selirnya. Untuk mengusir sepinya, permaisuri pun kerap melihat bintang. Akhirnya, bintang menjadi inspirasinya dalam motif bintang. Di ruangan lainnya, masih bernuansa batik, terdapat ruang batik Pesisir, seperti batik Cirebon dan Indramayu.
Tak hanya itu, rupanya di balik tembok keraton juga menyimpan pesona putri keraton.
Dokumentasi perjalanan hidup Gusti Nurul atau GRAy. Siti Nurul Kusumawardhani - putri tunggal Mangkunegara VII - sejak masa kecil hingga menikah. Di salah satu fotonya memperlihatkan saat dirinya mementaskan tari Jawa dengan iringan gamelan dari Surakarta dan disiarkan langsung melalui radio di Belanda.
Lalu, Anda akan melintasi Taman Arca Durga. Di Taman tersebut, Anda akan menjumpai ruang terakhir, yaitu ruang budaya yang berisi patung penari Jawa Klasik, patung pengantin wanita Jawa dan beberapa lukisan.
Sayangnya, semua keindahan dalam area museum, tidak bisa diabadikan dengan kamera atau handycam. Tapi, jangan bersedih. Anda akan diobati dengan suguhan minuman racikan Putri Kusmayana yang dipercaya bisa membuat Anda awet muda. Terbuat dari jahe, kayu manis, gula Jawa, daun pandan dan sedikit garam. Rasanya hangat dan segar. Dan, Anda pun bisa menikmati minuman tersebut di Pendopo bernuansa gotik-etnik, Bale Pudak Mekar. [ryn]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar