Jumat, 19 Agustus 2011

Khasiat dalam Sirih Merah

Sirih merah dikenal orang karena keindahan daunnya yang menyerupai bentuk hati dan berwarna merah keperakan jika terkena cahaya. Tidak hanya itu, ternyata tanaman herbal yang hidupnya tumbuh merambat ini telah lama diketahui memiliki banyak khasiat untuk pengobatan berbagai jenis penyakit. Penyajiannya sederhana, mulai dari direbus hingga dijadikan ekstrak dan yang terbaru ada dalam bentuk kemasan teh celup. 

Henri Kristiantoro, CEO Teh Sirih Merah, berbagi cerita mengenai produk herbal ini pada SR yang ditemui di kediamannya di wilayah Meruya Selatan, Jakarta Barat disiang hari yang terik awal bulan lalu. Berawal dari kesenangan ibunya terhadap tanaman sirih merah yang di tahun 2009 booming sebagai tanaman hias, Henri mulai mencari informasi ke herbalis di Yogyakarta mengenai khasiat tanaman ini. “Kata mereka (herbalis), iya, tanaman sirih merah ini bagus, mereka juga sedang melakukan riset untuk pembuatan teh dan ekstrak herbalnya. Kemudian saya perbanyak, daunnya saya budidayakan dan saya hubungi mereka. Mereka ambil lalu dibuatlah teh sirih merah ini,” ucap dia.Lokasi perkebunan sirih merah berada di Bantul, Yogyakarta, dengan luas lahan 200 meter2. Pasca erupsi Gunung Merapi, abu vulkanik menutupi seluruh lahan perkebunan. Sehingga tanaman herbal ini tidak dapat diolah. Namun saat ini sedang dibudidayakan lagi. Daun sirih merah yang diolah adalah daun yang memiliki kelebaran sekitar 8-12 cm, berusia 6 bulan setelah penanaman.

Teh sirih merah dikemas dalam bentuk teh celup seperti teh celup biasa. Untuk menghilangkan rasa pahit dari sirih merah, maka teh sirih merah dicampurkan lagi dengan beberapa tanaman herbal lainnya seperti daun teh, Curcuma xanthorrhiza rhizome (temulawak), Centella herba (pegagan), Zingiberis rhizoma (jahe), Talinum sp., dan daunpeppermint. “Sirih merah ini kan pahit, kalau direbus saja, itu rasanya pahit sekali, saya pernah nyoba,” aku Henri.

Khasiat
Khasiat sirih merah sudah bukan rahasia lagi, Henri pun telah merasakannya sendiri. Bapak satu anak ini sering mengalami maag akibat tingginya asam lambung. Setelah meminum air rebusan daun sirih merah, ia merasa lebih baik. Tidak hanya air rebusannya, Henri juga mengkonsumsi ekstrak sirih merah untuk pengobatannya. Hasil endoskopi yang dilakukannya setelah meminum ekstrak sirih merah, menunjukan perkembangan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum meminum ekstrak tanaman herbal ini. Kini penyakit maag yang dideritanya sudah jarang kambuh.

“Bahkan ada konsumen saya, dia juga minum teh sirih merah setiap hari untuk pengganti teh biasa, kembung yang dideritanya perlahan hilang setelah rutin meminumnya setiap pagi,” tutur Henri.

Teh ini juga berkhasiat untuk menghilangkan rasa nyeri dan pegal pada badan. Reaksinya dapat dirasakan keesokan hari setelah meminumnya. Kelebihan sirih merah adalah kandungan antiseptik, antikanker, antioksidan, serta antidiabetiknya yang tinggi berdasarkan hasil kromatogram.  Kandungan antiseptiknya juga dapat mengobati radang usus. Teh sirih merah aman dikonsumsi untuk siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Henri mengatakan bahwa anaknya pun juga meminum teh herbal ini dan tidak ada efek samping yang dirasakan hingga kini.

Perkembangan Bisnis Herbal
Menurut Henri, bisnis herbal perkembangannya sangat bagus dan perspektif karena masyarakat mulai sadar bahwa obat-obatan kimia sebenarnya berbahaya untuk tubuh. Obat kimia hanya menyembuhkan sesaat dan merusak organ tubuh lainnya seperti hati dan ginjal karena langsung berasal dari bahan kimia. Sedangkan obat herbal yang berasal dari bahan alami mengatasi langsung ke sumber rasa sakit, meskipun reaksinya berlangsung agak lama. Efek samping obat kima lebih besar dibandingkan obat herbal. Namun bukan berarti obat herbal tidak memiliki efek samping. Pengolahan obat herbal juga dapat menimbulkan efek samping, tapi lebih kecil dan masih bias dinetralisir oleh tubuh. “Kenapa saya bilang masih ada efek sampingnya karena herbal ini kan diolah dulu, ada bahan kimia seperti di kapsulnya, itu yang menimbulkan efek samping. Namun pada dasarnya hanya sekian 0% saja,” papar Henri.


Sirih Merah
Henri mengungkapkan bahwa produsen sirih merah tidak hanya mengambil tanaman ini dari kebun orang tuanya karena di sana juga sudah banyak petaninya. Produsen membuka peluang pada masyarakat untuk membudidayakan dengan persyaratan yang telah ditentukan. “Kalau yang di kebun ibu saya itu kan tanahnya organik, menggunakan pupuk kandang, dan tidak disemprot pestisida. Jadi produsen juga mensyaratkan seperti itu,” jelasnya.
Henri pun menekankan perlu adanya kedisiplinan menjaga pola makan dan olah raga. Seperti penderita diabetes, harus disiplin mengurangi asupan gula dan karbohidrat tinggi dan juga diimbangi dengan olah raga. Menurutnya, sumber penyakit ada pada makanan. “Makanan membuat kita sakit karena konsumsinya berlebih.  Makanan berasal dari alam, pasti obatnya juga dari alam. Herbal ini bagus karena berasal dari alam juga,” pungkasnya.  Dian Yuniarni(SR)










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar